Waahhh judulnya keren ya?? fenomenal dan epik gimanaaa gitu,, sengaja
biar kalian mau baca, hehe.. saya sengaja sedikit bersusah-susah dan
berpayah-payah meniatkan diri untuk bisa khusus membahas makanan yang
epik dan fenomenal satu ini, karena mungkin bagi yang mengikuti status
saya di Facebook dan kicauan saya di Twitter akan sedikit membuat
dahinya "berundak-undak" (sorry gue ga tau ungkapan yg tepat antara
mengerenyitkan, menyeritkan, atau mengernyitkan) karena betapa seringnya
saya memakai filosofi nasi padang untuk membentuk kata-kata bijak yang
berhubungan dengan falsafah hidup, "kenapa sih nasi padang? kenapa bukan
pizza, kan lebih enak?"- Ira Pratama, "Wah un kamu laper ya?dari
kemarin nasi padang mulu yg dibahas?"- Eurydice Priska, sedikit
banyaknya (ini maunya sedikit apa banyak sich?!!) seperti itulah
pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan domba-domba terlantar tersebut
karena ketidak tahuan mereka tentang betapa Agungnya (ini bukan nama
tempat foto copy di pertigaan tiga dara loh..) arti dari sebungkus nasi
padang itu, yang jadi pertanyaannya adalah seperti apa pelajaran yang
bisa diambil dari sebungkus nasi padang itu? setelah sekian lama
mengagumi dan mendalami dunia pernasi padangan (maksa bgt
kata-katanya..) saya menjadi sedikit lebih tau apa makna dibalik nasi
padang yang membuatnya menjadi epik dan fenomenal;
1. Tanggung Jawab.
Tau
kan kalau kalian masuk ke rumah makan padang di meja makannya sudah
tersaji bermacam-macam lauk yang bisa di ambil sesukanya asal sesuai
dengan budget di kantong? nah seperti itulah pelajaran tentang tanggung
jawab tergambar, di dalam hidup kita boleh-boleh saja mengambil jalan
akan seperti apa hidup ini akan kita tempuh, namun yang namanya hidup
pasti selalu berhubungan dengan dampak dan resiko,dan akan menjadi
tanggung jawab kita sendiri tentang apa yang akan menjadi resiko hidup
yang kita pilih sendiri dan tentu saja orang lain tidak akan menanggung
beban atas apa yang kita jalani betapaun baiknya sahabat kamu atau
betapa cintanya pacar kamu ke kamu “manusia itu akan tetap menjadi
serigala bagi manusia lainnya”
(mmeeeoooonngggg... = suara
serigala) sama halnya seperti bagaimana kita menentukan lauk apa yang
akan kita pilih, ga mungkin kan tiba2 ada orang yang mau menanggung bon
atas lauk yang kamu makan? (kecuali traktir,, itu beda lagi).
2. Perjuangan, Tekad, dan Kerja Keras.
Kalian
tentu sering heran bagaimana rahasianya uda-uda pelayan warung nasi
padang bisa membawa piring yang berisi pesanan pelanggan yang segitu
banyaknya dalam sekali antar, pake dua lengan pula, bahkan ada yang
sampe naruh piring di jidat dan hidungnya loh (kadang2 kalau uda-udanya
lagi galau emang suka aneh,, beneran..) meskipun banyak dan berat serta
mustahil dilakukan, tetapi dia tetap berusaha mengantarkan pesanan itu
ke meja pelanggan.seperti itulah kira-kira hidup, kita terkadang sering
menemukan banyak masalah di kehidupan yang kita jalani, tetapi nggak
mungkin kan kita lalu menyerah terus minum racun Combantrin rasa jeruk?
(itu termasuk pestisida lho karena ngebunuh hama cacing di dalam perut,
udah..percaya ama gue...) tentunya kita harus bisa move on donk, harus
bisa bangkit dari keterpurukan lalu bekerja keras demi pencapaian atas
cita-cita kita, tekad seperti uda-uda tadilah yang harus kita contoh,
tentang apapun kesulitan kita bagaimanapun berat atau banyaknya, kita
harus tetap berjuang menjalaninya, atau apabila mungkin telah sampai di
titik terendah sebuah perjuangan itu kita usahakan, setidaknya kita
telah berjuang mendorong mimpi-mimpi kita lebih tinggi lagi keatas agar
Tuhan bisa dengan mudah melihatnya lalu mewujudkannya..
3. Kualitas diri.
Nggak
selamanya lauk nasi padang itu daging-dagingan, kayak rendang, ayam
kapau, dan lain-lain. Ada juga lho nasi padang yang isinya hanya sambal
tunjung dan sayur daun singkong dan pucuk pepaya, dan harganya bisa
sekitar tujuh sampai delapan ribu rupiah (di Lombok) lebih mahal dari
nasi bungkus biasa yang harganya 3.500-5000 rupiah per-bungkus walaupun
isinya daging ayam atau telur yang notabenenya lebih mahal, bayangkan
saja daging sekarang sekilo bisa sampai 50.000, ayam satu potong minus
jeroan dan ceker bisa sampai 35.000, trus bawang aja udah naik ke
12.000, trus beras, belum lagi BBM yg awalnya 4.500 mau ke 7000 (loh ini
larinya kemana sih???!!!!) kenapa bisa nasi padang yang isinya hanya
sayur bisa lebih mahal dari nasi bungkus biasa yang isinya daging?
Jawabannya adalah kualitas bung! Seperti itulah hidup, terkadang orang
sibuk mempermak diri agar terlihat cantik/tampan, atau bergelimang
barang bermerek atau mewah, tetapi attitude dan pola pikir nol besar,
sehingga apa yang ia coba tampilkan kalah cemerlang dengan sebagian
orang yang mempunyai kualitas diri yang bagus dari hasil pola pikir yang
cerdas dan attitude yang baik, terkadang orang2 seperti itu terlihat
lebih bersahaja namun selalu terlihat bahagia menjalani hidupnya seraya
menyeret prestasi yang banyak di belakangnya, tanpa perlu kawatir akan
seperti apa penampilannya hari ini atau bingung sepatu keluaran terbaru
terlalu mahal baginya.
4. Pembeda.
Selera
orang-orang akan nasi padang mungkin berbeda-beda, karena itulah uda-uda
nasi padang sering mengikat bungkus nasi padang dengan karet yang
berwarna-warni, misalnya yang hijau untuk yang nggak pedas, yang merah
untuk pedas, dan yang kuning untuk hati-hati dalam berkendara (kalau itu
traffic light ya???). sama seperti kita, mungkin kita dengan manusia
yang lain sama-sama mempunyai mata, kaki, dan tangan, namun yang
membedakan kita dari manusia lainnya adalah perilaku kita sendiri,
misalnya Ade yang preman tentu berbeda tingkat kebejatannya dengan April
yang mencoba menjadi ustadz (dua nama tadi adalah nama samaran,,,
sueerrr). Perilaku adalah point penting yang membuat kita berbeda dari
manusia lainnya, sejauh mana baiknya perilaku kita tentu akan
berpengaruh dengan cara pandang orang lain atas kita, apakah orang lain
akan menganggap kita brengsek, homo, atau baik itu tentu atas hasil dari
perilaku yang seperti apa yang kita tunjukkan, itulah pembeda yang
mengindikasikan sejauh mana kita bisa membuka zona nyaman untuk
orang-orang agar lebih bahagia bersama kita.
5. Down to Earth
Down
to earth disini maksudnya bersahaja atau sederhana, bukan loncat dari
bukit terus nyungsep ke bumi loh (kecuali kalau kamu mau ngebuktiin
teori gravitasinya Newton silahkan aja dicoba), dimulai dari parkiran,
segala jenis transportasi ada terparkir disana, dari sepeda onthel
sampai fixie, dari motor sampai mobil, dari becak,dokar /andong sampai
pesawat (pesawat-pesawatan maksudnya..) ada disana, ini membuktikan
betapa beragamnya tingkat ketebalan kantong orang-orang yang makan
disana, kita tentu tak akan heran mengapa pejabat seperti din syamsyudin
(ketua pp muhammadiyah) anas urbaningrum (ketua umum demokrat) sampai
saya (mukanya ketuaan) tidak sungkan-sungkan makan disana, kenapa?
Mereka kan mampu makan di restoran mewah, bisa memesan steik? (bukan
besi panjang buat mukul bola golf). Jawabannya adalah nasi padang adalah
makanan yang setelah kita makan, cita rasa pribuminya yang sungguh
sederhana,nikmat dan merakyat akan terasa lama sampai kita
mengeluarkannya di WC, harganya pun cocok untuk semua orang, pas lah,,
sama halnya seperti manusia, setinggi apapun jabatannya atau sedikit
banyaknya pencapaian yang ia raih seyogyanya essence kesederhanaan itu
harus tetap dijaga, jangan samapai seperti kacang lupa kulitnya atau ayu
ting ting yang lupa alamat rumah pacarnya. Karena dari kesederhanaan
itulah kita akan tau lebih banyak tentang betapa beruntungnya kita
memiliki situasi yang kita jalani sekarang, betapa banyaknya orang-orang
yang bersedia menggantikan posisi kita atas apa yang kita jalani saat
ini yang kadang-kadang kita jengah dan selalu mengeluh tentang apa yang
terjadi atas kita saat ini, karena kesederhanaan itu pulalah yang akan
mengubah kita menjadi pribadi yang bersyukur atas apa yang kita dapatkan
saat ini, dan selalu menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya, karena
mungkin di pelosok dunia bagian lainnya banyak yang menangis bahkan
berdarah-darah dalam berdoa menginginkan kehidupan yang sedang kita
jalani.
https://id-id.facebook.com/notes/pratama-eko-yulianto/-filosofi-di-dalam-sebungkus-nasi-padang-/10150171193046188/
Latest
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon